Monday, June 6, 2011

Komik baru!

sebenernya tidak baru, tapi aku baru baca hahaha..

Judulnya Takkoku, karya Fukuchi tsubasa ( yang bikin the law of ueki) tentang jadi di kota itu walikota-jadul nya suka banget sama tenis meja. suatu hari waktu ada pertandingan jepang vs suatu negara, jepang kalah. trus walikota-nya sewot. akhirnya takkoku dijadiin kayak syarat buat jadi pasangan (?)
maksudnya, misalnya si D suka sama X, trus si X ga suka sama si D alasannya si D itu terlalu ganteng buat si X. trus si D pengen jadiin si X kekasih lah (cie) si D harus main tenis meja (or takkoku) kalo D menang si X harus mau jadi kekasih si X, kalo si X menang si D tetep ganteng tapi ga punya kekasih. ahaha tapi buat si D buat apa punya kekasih. buang-buang waktu. udah kombinasi ganteng, manis sama jenius ini.

nah cerita selain itu, ada orang namanya marunouchi gaku. dia ceritanya, jauh sebelum ada takkoku,  pergi keliling dunia sama bapaknya 10 taun. dia punya temen kecil, cewek namanya tamano Kako. si kako ini ceritanya ada affair gitu sama si gaku. (cie) kan beberapa saat habis gaku pergi peraturan takkoku ini resmi jadi peraturan.  kako banyak yang pada minta tanding takkoku, akhirnya si kako bisa ngalahin semuanya. sampe jadi paling jago. sampe punya pelatih (ganteng) trus si gaku nya pulang. trus ya gitu dah hahaha. oiya ada quote yg mnurut saya bagus. 

For days, months and years i’ve only thought of coming back home to be with you. while i still don’t know much about Takkoku. our love will never bow to a law like that.
Marunouchi Gaku


It really is that simple. We’re the ones who complicate it.

talk about handphone.

First thing i want to remember you guys who read this. NO OFFENSE. 
Ini hanya sharing cerita doang. saya nggak bermaksud nyombong. thank you thank you.
***
Jadi, awal mula aku punya handphone itu sekitar kelas 6, abis ujian. handphone model sony ericsson, yang kamera nya masih VGA, jadul lah pokoknya. anyway, hape ini (sayangnya) ga bertahan lama. belum sebulan udah .tring. hilang. tanpa jejak, nggak kayak monster-monster yang ada di paranormal activity. padahal aku inget se inget ingetnya itu hape aku taro diatas kulkas aku kalang kabut nyariin, akhirnya setelah seminggu aku nyerah. hape itu pemberian (turunan) tante aku tercinta. maafkan aku tante.

Hape kedua, belum lama setelah hape pertama dinyatakan hilang, model nokia 6000 sekian lah, aku juga lupa. hape ini turunan dari ayahanda. clamshell. lucu banget deh warnanya item kamera-nya lebih bagus. hahaha. ada infrarednya jadi aku 'norak' suka kirim kiriman gambar lucu-lucu :). kepergian hapee ini waktu liburan menuju hari pertama aku masuk SL kalo ga salah. iya, bener. hape ini pemberian Ayahanda tercinta. naas, takdir berkata lain. adek saya main telpon telponan dan nyuci hapenya pake air seember dan hand sanitizer. dan i end up go to sleep crying. this is (not) a beautiful mess. and i'm not winning the oscar or nobel award. even kids choice award or seputar indonesia award don't give me anything.

Hape ketiga. aku dikasih lagi hape. kali ini baru. simpel kok nokia 2600 classic. hape ini bertahan sedikit lebih lama. dikasih sama ayahanda lagi, (baek banget emang ayah itu) sampe jamannya aku naik kelas ke kelas 8 masih bertahan. Hape ini sedikitpun nggak eror (y) kepergian hape ini sebenernya aku ceroboh. aku biasa tidur kan kalo lagi berangkat ke sekolah. ceritanya hape itu aku pangku, eh nyampe sekolah aku nggak nyadar kalo hape ini jatuh. dan akhirnya disekolah aku baca baca bukunya Benny and Mice tentang "talk about hape" dan aku ngetawain orang orang di buku itu yang keilangan hape i mean, aku prihatin sama bangsa ini lah, demi hape mereka sampe nggak ngopi dan nggak beli sabun. Lebih dari naas. jam pelajaran b. Arab aku kalang kabut nyariin hape dan bolak balik nelpon. itu hape meng sms bapakku. yang ambil tukang ojek. dan nggak mau dibalikin atau bayar. petromak bzzz -_-"  akhirnya i end up this day by yelled.

Hape keempat, turunan bapake lagi (bapakee, you're awesome). slideee, hore! warnanya biru. hape ini bertahan sampe aku kelas 9, almost 1 year, tapi sayangnya yang ditulis di takdir beda. belom setahun hape ini prucul. ucul. SANGAT NAAS. kebelah jadi 2 bagaikan buah pinang. This is really (NOT) a beautiful mess. mati kebelah jadi 2 waktu i'tikaf huhuhu. Manisku jauh di pulau, 
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.  (edisi puisi chairil anwar) aku mungkin kurang beribadah, dan kurang berbakti sama orang tua. kalo nggak ya pasti ada yang ngebet banget sama hape ini jadi nggak iklas gituu aku yang pake. padahal kita sehati.. manisku, dia sudah di langit ketujuh. nungguin aku di rasi bintang paling manis dan aku akan kesana pake paus akrobatis. tapi bebek berbulu emas jalan kayang yang sedang akrobatis seru juga kayaknya.

Hape kelima. turunan ayah (lagi) yang baik hati. sangaaattttt. emang, kurang bersyukur apa coba orang tua udah ngasih kesempatan sebanyak ini. *thumbsup nyengir kuda* nokia lagi, communicator, indah emang dunia ini, even with the mess. 9300, jadul bet. ga ada kamera nya sih, tapi aku enjoy aja tuh ;p. hape ini batere nya menurut pakar hp bisa meledak (sumprit) kalo aku kelamaan ngecas, jadi ini hape nggak bisa dicas trus ditinggal tidur. trus sekarang hape ini, bagian dalemnya (kan komunikator bisa dibuka) sedikit banyak ngadat, jadi item. lcd nya doang sih, tapi makan itu doang. justru lcd itu kalo di serpis jadi mahal tau #infogapenting. tapi *ALHAMDULILLAH* masih bisa diapke buat sms sama telpon, Oh ya Allah! makasiiiih bangeeet *sujuuud syukuuur* tapi mungkin kalo bisa di servis mau aku servis. doakan saja, semoga bisa kembali lagi seperti semula. (servis di jogja ah, lebih murah :p) :)
 
Berdoa semoga hape nya baek-an


"Ampuni aku ya Allah!"
menatap nanar hape hape indah itu. 


Saturday, June 4, 2011

Cara astronom mengukur usia bintang.

Nemuin tulisan ini di terselubung. karena lagi males baca jadi disimpen di blog dulu. yang mau baca silahkan aja, tapi kayaknya lumayan juga hehe :p


***


Bagi kebanyakan orang, bila kita melihat bintang di langit, tentunya kita mendapatkan bahwa semua bintang hampirlah serupa satu sama lain, yaitu bola gas yang berpijar kemerlap. Pertanyaannya adalah, bagaimanakah kita tahu berapa usia bintang itu? 


Belum lama ini, astronom telah mendapatkan sebuah metode untuk menentukan usia bintang secara akurat dari mengamati bagaimana bintang itu berotasi. Bagaikan sebuah gasing yang diputar di atas meja, maka seberapa cepat atau lambat bintang itu berotasi dapat menjadi penentu waktu berapakah usia sebuah bintang. 

Hal tersebut disampaikan oleh astronom bernama Soren Meibom dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics pada pertemuan American Astronomical Society ke 218. 




Kajian usia bintang mempunyai peran yang sangat penting pada berbagai studi di astronomi, secara khusus tentunya bagi pencarian planet-planet di luar Tata Surya, mempelajari bagaimana pembentukannya, perkembangannya, dan mengapa setiap sistem keplanetan yang telah ditemukan begitu unik satu dengan yang lainnya. 

Dengan mengetahui usia bintang, maka kita dapat menentukan usia planet-planetnya, serta apakah mungkin ada kehidupan yang sempat tumbuh di luar sana. 

Semakin tua usia planet, semakin besar kemungkinan kehidupan terbentuk, karena sebagaimana yang telah diketahui sistem keplanetan yang berada pada sebuah bintang biasanya terbentuk bersamaan dengan kelahiran bintang itu sendiri. 

Mengetahui usia bintang cenderung mudah untuk ditentukan apabila bintang yang akan diukur itu berada di dalam sebuah sistem gugus bintang. 

Adalah pengetahuan dasar bagi astronomi untuk mendapatkan hubungan warna dan kecerlangan bintang-bintang di dalam gugus guna menentukan usia gugus, akan tetapi kondisinya akan menjadi sangat sulit apabila bintang yang akan ditentukan usianya tidak berada dalam satu sistem gugus. 

Sebagaimana bintang-bintang yang telah ditemukan mempunyai sistem keplanetan, kebanyakan tidak berada di dalam gugus, sehingga menentukan usianya menjadi tantangan tersendiri dalam studi astronomi. 

Penelitian yang dilakukan oleh Meibon dkk mempergunakan pengamatan dari wahana Kepler, dengan melakukan pengukuran rasio rotasi pada sebuah gugus berusia 1 milyar tahun yang disebut sebagai NGC 6811. 
http://langitselatan.com/wp-content/uploads/2011/05/trueage.jpg
NGC 6811

Nilai ini hampir mencapai dua kali lipat dari penelitian sebelumnya, dan usia sekitar itu masih dikatakan penyelidikan pada gugus muda. 

Penelitian ini memberi pemahaman baru pada hubungan rasio rotasi bintang dengan usianya. Jika kesahihan hubungan rotasi bintang dan usia dapat diperoleh, maka pengukuran periode rotasi bintang dari setiap bintang dapat dipergunakan untuk menentukan usianya – sebuah teknik yang disebut sebagai gyrochronology, tetapi hal ini tidak serta merta dapat dipergunakan. 

Sebagaimana sistem waktu di Bumi yang memerlukan standar, maka sistem penentuan waktu (usia) tersebut harus dapat dikalibrasikan kepada sebuah standar. 

Sebagaimana kita di Bumi menyatakan bahwa satu tahun terdiri dari 365 hari, dst, maka agar dapat mendapat kesesuaian waktu, harus dapat diperoleh sebuah kestandaran. 

Untuk itu, maka langkah pertama yang para peneliti itu lakukan adalah memulai dari pengukuran sebuah sistem gugus yang telah diketahui usianya. 

Dengan mengukur rotasi pada bintang-bintang anggota gugus, dapat dipelajari rasio putaran bintang-bintangnya untuk menentukan usia-usianya. Pengukuran rotasi bintang anggota gugus pada usia yang berbeda dapat menghubungkan antara putaran dan usianya. 

Untuk dapat mengukur putaran bintang, astronom harus mendapatkan perubahan kecerlangan bintang akibat adanya bintik bintang pada permukaan bintang, sebagaimana bintik Matahari pada permukaan Matahari. 
http://images.iop.org/objects/phw/news/15/5/32/star2.jpg

Bila ada bintik terbentuk pada permukaan dan berada pada arah ke pengamat, maka bintang akan mengalami sedikit peredupan, sampai ketika bintik itu menghilang, dan bintang kembali sedikit lebih cerlang. 

Dengan menentukan berapa lama bintik itu berotasi pada permukaan bintang, maka dapat ditentukan berapa cepat bintang yang diamati berotasi. 

Tentunya perubahan kecerlangan bintang akibat bintik adalah sangat-sangat kecil, lebih kecil dari satu persen dan menjadi lebih kecil lagi pada bintang yang lebih tua. 

Dengan demikian pengukuran rotasi bintang pada bintang-bintang yang lebih tua dari setengah milyar tahun tidak dapat dilakukan dari permukaan Bumi dikarenakan gangguan atmosfer Bumi. 
http://nationalgeographic.co.id/admin/files/daily/201105241617330_n.jpg

Tetapi permasalah itu saat ini telah dapat diatasi mempergunakan pengamatan wahana Kepler, karena wahana itu telah dirancang guna mengukur kecerlangan bintang dengan sangat presisi guna penentuan adanya sistem keplanetan pada bintang-bintang. 

Tentunya menentukan hubungan usia-rotasi pada kasus NGC 6811 ini bukanlah pekerjaan mudah bagi Meibom dkk karena mereka telah menghabiskan waktu empat tahun menentukan bintang-bintang anggota gugus atau kebetulan bintang lain yang berada pada arah pandang yang sama. 

Hal ini dilakukan mempergunakan peralatan yang disebut Hectochelle yang terpasang pada teleskop MMT di Mt. Hopkins Arizona selatan. Alat Hectochelle dapat mengamati 240 bintang secara bersamaan, dan dengan demikian telah mengamati sekitar 7000 bintang selama empat tahun pengamatannya.

Setelah mengetahui bintang-bintang yang merupakan anggota gugus, maka selanjutnya data dari Kepler dipergunakan untuk menentukan seberapa cepat bintang-bintang itu berputar. 

Mereka menemukan periode rotasi antara 1 sampai 11 hari (yang lebih panas dan masif berputar lebih cepat), dibanding dengan Matahari yang rasio putarannya hanya 30 hari. 

Yang paling penting dari temuan mereka adalah adanya hubungan massa bintang dengan rasio rotasi dengan sebaran data yang kecil. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa gyrochronology adalah metode baru yang dapat dipergunakan untuk mempelajari usia sebuah bintang. 

Tim Meibom saat ini berencana untuk mempelajari sistem gugus yang lebih tua guna mengkalibrasi penentu waktu bintang mereka. Ini tentunya merupakan langkah yang lebih sulit karena bintang yang lebih tua berputar lebih lambat dan memiliki lebih sedikit bintik-bintik, yang artinya perubahan kecerlangannya akan sangat-sangat kecil. 

Pekerjaan Meibom dkk itu telah menjadi sebuah lompatan dalam pemahaman pada bagaimanakah bintang-bintang di langit (termasuk Matahari) bekerja, demikian juga pada pada pemahaman sistem keplanetan di bintang-bintang yang jauh.

Sumber : www.terselubung.blogspot.com
 I'm too lazy to compete. 

4 juni

dan akhirnya, hari ini saya resmi gagal mempertahankan sebagian dari seutuhnya bagian. nyesel banget sih. tapi ya mau gimana lagi. mungkin kita bisa lihat dari sisi positifnya juga kan? buat pembelajaran.

When i'm leaving. Soon.  

Its today. not yesterday

Hore hore hore! Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah yang udah menyelesaikan pendidikan kami para coronence di jenjang sekolah menengah pertama ini. semoga Allah memberkahi berbagai pengalaman kita selama 3 tahun berada di SL SAI.

Best Regards, Dhiya