Showing posts with label nasionalism. Show all posts
Showing posts with label nasionalism. Show all posts

Monday, June 17, 2013

alangkah lucunya (pendidikan) negri ini...

"jadi akuntansi hindu itu memiliki perbedaan dengan akuntansi yang digunakan oleh buddha..." #tepukjidat

silahkan dicerna sendiri, saya juga ga ngerti -_-
memang, banyak yang perlu di perbaiki di pendidikan Indonesia sekarang, yaaa tapi ga gini juga kali. ayolah teman-temanku sekalian khususnya yang SMA, mari kita perbaiki pendidikan kita sekarang, biar ntar anak cucu kita nggak ngetawain sistem pendidikan yang ada jadi mereka bisa belajar dengan senang hehehe

Friday, April 19, 2013

pendidikan demokrasi

yey, untuk merayakan keyboard yang udah bener, mari kita buat postingan yang panjang
Jadi, di Indonesia kita tercinta ini kita menganut yang namanya demokrasi, apaan sih demokrasi?
Demokrasi adalah bentuk pemerintahan yang semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Demokrasi mengizinkan warga negara berpartisipasi—baik secara langsung atau melalui perwakilan—dalam perumusan, pengembangan, dan pembuatan hukum. (wikipedia)
Kasarnya, Demokrasi itu sistem yang bikin semua individu punya hak suara yang sama rata, jadi semua individu yang ada di Indonesia berhak menyampaikan aspirasi mereka apapun itu.

sebetulnya sistem demokrasi nggak selamanya bagus, pasti ada kekurangannya, dan perlu juga mempertimbangkan keadaan masing-masing negara.
aku nggak terlalu tau banyak informasi tentang indonesia ini cocoknya pake sistem apa, tapi sebelum Soekarno berpikir memilih sistem demokrasi, apa beliau mempertimbangkan tentang pendidikan rakyatnya? well, i'm not saying that we're not suit enough to use democracy system but education in Indonesia isn't support much. fine, kita punya banyak lembaga yang oke, tapi kita belum optimal, khususnya tentang pendidikan demokrasi.

kenapa perlu ada pendidikan demokrasi? kita butuh banget pendidikan demokrasi buat Indonesia. ilustrasinya begini, aku lulusan SD, cuma mentok baca, tulis, hitung. suatu hari ada calon gubernur yang datang "pak kami punya program begini..begini..begini, bapak bisa ikut berpartisipasi dengan begini..begini" untuk orang lulusan SD seperti saya, saya tidak memiliki sudut pandang yang lain sehingga program yang gubernur tersebut sampaikan terlihat wah, tanpa pikir panjang, saya akan memilih gubernur tersebut. atau mungkin lebih parah lagi adanya penyuapan suara.

intinya, tanpa adanya pendidikan demokrasi, suara bisa dengan mudah dibeli, di salah satu buku disebutkan bahwa sekarang politik seperti bisnis, semuanya tentang untung-rugi.

jadi..  apa yang akan kamu lakukan sekarang?


masih abal tulisannya *bow* terima kasih sudah baca
Regards, dhiya

Friday, July 13, 2012

gubahan

sebelumnya, maaf banget kalo bahasanya kurang berkenan. ini hanya gubahan belaka, dengan maksud menjadi pembelajaran terutama bagi saya.

***
Candi Borobudur.
Candi borobudur bukan keajaiban dunia, "cuma" world heritage list yang ke 596.
pas gue ada disitu, gue liat... banyak *banget* orang lokal yang foto-foto, kadang sampe melanggar beberapa peraturan yang udah dibuat, ya duduk-duduk di stupa, atau manjat, nginjek,dsb. gue gatau apa motif orang-orang kayak gitu buat dateng ke candi borobudur ini..
Nowdays generation forgot those people who raised this temple. 
gue sedih aja liatnya gue yakin 75%-90%  yang dateng kesini tertarik buat "liat doang" candi bororbudur atau foto sama stupa, coba aja tanya sejarahnya, satpam yang udah sekian lama disini aja gatau, kalaupun mereka udah tau, emang mereka dateng kesini mau memaknai sejarah yang udah mereka dapet itu? loh? emang tujuan umum adanya sejarah kan buat dimaknai, dan dijadikan pelajaran buat kedepannya.
Alibi gue nulis beginian, dengan sekian juta orang lokal yang dateng dan ada di candi borobudur ini, harusnya mereka bisa ngambil pelajaran, dan setidaknya indonesia gak begini-begini amat.
gue aja yang bego kali ya? gue nggak ngerti indonesia kita ini.

Merapi, Kinahrejo
Gue sekarang ada di merapi. pelajaran yang bisa gue ambil dari kisah masa lalu merapi..
Lo tau mbah Maridjan? gue di satu sisi salut sama dia, berani mempertaruhkan nyawanya buat ngejaga dengan baik amanah dari pemimpinnya atau Sri Sultan Hamengkubuwono x. pemerintah sekarang boleh ngambil sisi bagus ini dari mbah Maridjan, 

oiya, baru-baru ini kan DKI Jakarta baru aja menyelesaikan PEMILU putaran pertama buat gubernur baru. gue mau ngomong, nanti kalo udah kepilih nih gubernur yang baru, mau Foke, mau Jokowi, terserah, yang penting kalo mereka melakukan sesuatu yang diluar harapan masyarakat, jangan buru-buru nyalahin gubernurnya, karena pada awalnya yang bikin orang-nya jadi gubernur siapa? kecuali kalo menganut sistem kerajaan, kayak di jogja.

Bussiness Train. Fajar Utama
Karena faktor usia, biasanya orang orang "senior" akan rela membayar lebih untuk mendapatkan kenyamanan mereka, semakin nyaman semakin baik.

holiday regards, Dhiya